5.2.26

Histori Mini Waterpark Toya Arum Suwaluh

Mini Waterpark Toya Arum Suwaluh merupakan salah satu unit wisata yang dikelola oleh BUMDesa Suwaluh Mandiri Sejahtera (SMS). Nama Toya Arum dibaca Tuya Arum, yang memiliki makna “air yang harum”, melambangkan harapan akan kesegaran, kenyamanan, dan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Toya Arum Suwaluh

Latar belakang berdirinya Mini Waterpark Toya Arum berangkat dari kebutuhan masyarakat akan sarana rekreasi yang tidak hanya bersifat hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan olahraga. Secara geografis, wilayah Desa Suwaluh dinilai kurang mendukung untuk pengembangan wisata rekreasi murni berbasis alam. Melihat kondisi tersebut, BUMDesa SMS yang dikomandani oleh Mas Djoen berinisiatif menciptakan wahana alternatif berupa kolam renang multifungsi.

Mini Waterpark Toya Arum dirancang dengan tiga fungsi utama, yaitu sebagai sarana pendidikan, olahraga, dan rekreasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Keberadaan kolam renang ini diharapkan dapat menjadi tempat pembelajaran air bagi anak-anak, mendukung aktivitas olahraga masyarakat, sekaligus menjadi ruang rekreasi keluarga yang aman dan terjangkau.

Pembangunan Mini Waterpark Toya Arum diresmikan pada tahun 2024 oleh Kepala Desa Suwaluh, Bapak Nuryono. Anggaran pembangunan wahana ini bersumber dari penyertaan modal masyarakat, yang mencerminkan semangat gotong royong dan partisipasi aktif warga desa dalam pengembangan potensi lokal.

Fasilitas yang tersedia di Mini Waterpark Toya Arum terdiri dari kolam renang dewasa, kolam anak-anak, dan kolam balita, sehingga dapat digunakan oleh berbagai kelompok usia. Dengan konsep yang inklusif dan edukatif, Mini Waterpark Toya Arum Suwaluh diharapkan mampu menjadi ikon wisata desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan BUMDesa yang berkelanjutan.

Keberadaan Mini Waterpark Toya Arum memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Desa Suwaluh. Wahana ini membuka lapangan kerja baru, baik sebagai pengelola, petugas kolam, kebersihan, maupun keamanan. Selain itu, meningkatnya jumlah pengunjung turut mendorong pertumbuhan usaha mikro masyarakat, seperti pedagang makanan dan minuman, penyewaan perlengkapan renang, serta pelaku UMKM lokal lainnya.

Pendapatan yang dihasilkan dari pengelolaan Mini Waterpark Toya Arum menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes) melalui BUMDesa, yang selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, Mini Waterpark Toya Arum tidak hanya berperan sebagai sarana rekreasi dan edukasi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan.

0 comments:

Posting Komentar

Sara Jorok Spam ma'af , Saya Hapus